Akankan Bank Akan “BUBAR”..?? Belajar Dari Jack Ma Alibaba

Sudah beberapa hari ini saya baca buku tentang Jack Ma dalam membesarkan ALIBABA dan semakin sering lembaran dibuka lha kok ini semakin tambah “ngelu” hahahaha…..

Di salah satu halaman disebutkan bahwa ada 3 faktor nyata yang mendasari kesuksesan ALIBABA saat ini yaitu

  1. E-Commerce
  2. Logistik
  3. Keuangan

Panjang lebar banget jelasinnya dan masalahnya saya sendiri sampai sekarang juga masih kurang paham, kalau buku kayak gini biasanya saya selalu bolak-balik baca di halaman yang sama baru bisa paham

Saya bisa hanya baca 1 halaman dalam berhari-hari karena biasanya habis itu selalu saya otak-atik sambil mikir yang kadang-kadang juga gak nyambung mikirnya dan biasanya saya selalu browsing untuk ngobatin penasaran

Yang saya inget saat ini adalah soal Alipay yang sangat dominan banget sampai-sampai Paypal juga keok

Disebutkan bahwa Alipay jadi alat pembayaran online terpopuler di china dan melayani transaksi online senilai lebih dari 750 miliar dolar setahun

Di china sana, penduduk menggunakan Alipay untuk transaksi harian. Untuk kirim uang, bayar listrik, ponsel, pembayaran non tunai menggunakan barcode, dll

4 bank besar di China, ICBC, Construction Bank, BOC, Agricultural Bank of China sampai harus mengeluarkan regulasi untuk menahan laju pertumbuhan Alipay karena beberapa produk Alipay ada yang sama dengan produk perbankan tetapi lebih bagus imbal hasilnya

Layanannya bernama Yu’e Bao artinya “simpanan saldo harta” yang memberikan bunga lebih tinggi daripada bank biasa sehingga membuat banyak nasabah yang menarik dana dari perbankan untuk dipindah ke Yu’e Bao

Tanpa waktu lama, hanya 10 bulan, Yu’e Bao menjadi pengelola dana terbesar ke empat di Dunia bersanding dengan Vanguard, Fidelity, JP Morgan

Melihat kayak gini, 4 bank besar di China yang semuanya punya pemerintah akhirnya mengeluarkan regulasi pembatasan penarikan dana kepada pihak ketiga untuk menahan perkembangan Yu’e Bao

Tahun 2015, Jack Ma meluncurkan produk bank yang 100% online tanpa memerlukan buka kantor cabang, namanya MyBank

MyBank akan menggunakan smartphone untuk menyamakan data wajah calon nasabah dengan data di kepolisian

Melihat cerita diatas, jadi inget kondisi di sini

Saya sudah bertahun-tahun melayani customer perbankan dan semua bank pemerintah menjadi pelanggan saya

Tetapi ya itu tadi, mereka menjadi “tidak peduli” terhadap kebutuhan konsumen terutama dalam penggunaan fasilitas digital

Contohnya B*I yang sudah punya satelit sendiri tetapi ternyata eBankingnya banyak trouble daripada lancarnya dan potongannya bukan main banyaknya walaupun itu transfer sesama bank B*I

Bank pemerintah lain juga sama saja dan semuanya kalah dengan bank swasta yang warna biru

Bank pemerintah sudah banyak berubah di bentuk layanan fisik, mulai dari satpam sampai back office sudah ramah-ramah semua tetapi itu juga tidak cukup karena sudah banyak perangkat dan SDM di bank yang mulai dihilangkan

Karyawan untuk level tertentu masih kontrak, hanya level menengah atas yang pegawai tetap dan inipun juga tidak mudah mencapai posisi ini, kebanyak sudah KO duluan di tahap karyawan kontrak karena saking beratnya hak dan kewajiban

Mesin antrian sekarang sudah bisa menggunakan gadget jadi orang tidak perlu lagi ambil nomor ke kantor bank. Cara ini belum terlalu popoler tetapi nanti pasti kesana arahnya

Printer cetak buku tabungan sudah mulai dikurangi, diganti dengan pengecekan lewat internet banking

Penggunaan kertas dan alat tulis mulai berkurang

Untuk pinjam uang sekarang tidak harus ke bank yang ribet sekaligus lama atau ke pegadaian yang katanya “hanya” butuh waktu 3 hari untuk pencairan. Sekarang ada banyak perusahaan peminjaman swasta yang melakukan kegiatan peminjaman kepada nasabah dalam waktu cepat dan mereka mengklaim dalam hitungan jam atau paling lama 1 hari sudah bisa cair

Transaksi keuangan sekarang diarahkan banyak menggunakan kartu. BI mengeluarkan program GNT (Gerakan Non Tunai) dan mulai oktober 2017, transaksi di tol harus menggunakan non tunai

Sekarang daripada punya tabungan di bank yang bisa di intip sama pajak, lebih baik nyimpen atau deposit aja di layanan keuangan swasta seperti Go*ay atau produk keuangan non bank lainnya yang manfaatnya lebih terasa secara financial. Ada banyak diskon, kemudahan pembayaran dan yang pasti tidak dipotong administrasi. Di bank cukup digunakan sebagai jalur lewatan transaksi saja

Mungkin saat ini di Indonesia belum bisa 100% seperti di China sana tetapi suatu saat arahnya pasti akan kesana dan bank-bank jika masih melakukan hal yang sama pasti bisa kegerus nasabahnya karena sudah tidak menarik lagi nyimpen dana di bank

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s