Ketika ide menulis itu hilang

Semenjak saya I’tikaf di Masjid Agung Ciamis, entah kenapa setiap kali mau menuliskan sesuatu selalu terganjal dengan “sesuatu”

Total hampir lebih dari 10 hari saya tidak bisa menulis di milis maupun blog dan kalaupun saya bisa menuliskan tentang ucapan selamat lebaran, itu semata-mata hanyalah memenuhi janji saya selaku ketua TDA Bekasi untuk selalu menulis tentang [NFL] setiap hari rabu dan itupun di tulis dengan susah payah, bener-bener harus mengeluarkan energi ekstra agar bisa menjadi tulisan

Pengalaman I’tikaf ternyata mampu merubah mindset saya tentang artinya berbagi, saya takut tercampur dengan perasaan pamer yang berujung ke riya yang harus dipertanggung jawabkan kelak di akherat nanti

Inilah teguran dari Allah kepada saya yang dalam beberapa kesempatan saya selalu mengatakan bahwa menulis itu semudah membalik telapak tangan tetapi ternyata……. Astagfirullahaladzim

Dalam beberapa kesempatan, saya sebetulnya sudah membuat beberapa tulisan yang siap dikirim tetapi akhirnya semua menjadi SAVE DRAFT, tidak jadi dikirim karena takut menjadi riya

Balik ke kehilangan ide, dalam kondisi seperti diatas, saya biasanya mencari inspirasi lewat status facebook twitter atau blog sambil saya sesekali menulis status pendek sambil berharap ada komentar sebagai trigger tulisan

Allah memang Maha Tahu setiap permasalahan umatnya dan di saat itupun saya di antarkan dengan beberapa petunjuk

Materi dari ceramah 3 Dai di ANTV tentang arti sedekah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, bisa membuka sedikit mindset saya tentang arti berbagi

Komentar dari suhu, @eshape, melalui status di facebook yang mengatakan bahwa antara berbagi dan riya bedanya sangat tipis ternyata bisa mengikis lagi pemahaman saya tentang berbagi

Dan saat ini saya lagi baca buku berjudul The last word of Chrisye, yang bercerita tentang 1 tahun sebelum chrisye meninggal

Buku ini sangat-sangat memberi pencerahan tentang pentingnya kita harus bisa bermanfaat selama masih hidup di dunia ini

Jika kita dalam kondisi masih sehat normal maka semua akan terasa baik-baik saja tetapi akan berbeda pemahamannya bagi orang yang menderita kanker paru-paru stadium 4 yang di vonis akan meninggal dalam 1 tahun ke depan

Pentingnya hidup bermanfaat bagi orang lain walaupun itu hanyalah sekedar senyuman menjadi sesuatu yang sangat berharga bagi orang yang mendekati ajal

Dari situ pikiran saya dibukakan bahwa saya punya kemampuan menyampaikan sesuatu melalui tulisan dan juga saya mempunyai pengalaman-pengalaman berbisnis yang bisa di ceritakan ke orang lain tanpa perlu kita pikirkan apakah bermanfaat atau tidak, tanpa perlu kita perdulikan apakah dibaca atau tidak

Tetapi saya yakin, sejelek apapun bentuk tulisan kita, pasti ada penggemarnya karena pengalaman biasa kita bisa menjadi sebuah pembelajaran yang luar biasa bagi orang lain yang bisa merubah jalan hidup orang tersebut dan ini terbukti di saya

3 pengalaman diatas, ceramah 3 Dai, komen pak eko @eshape di facebook dan buku chrisye ternyata bisa memantapkan saya untuk berbagi lagi

Riya atau tidak, ikhlas atau tidak, pamer atau tidak hanyalah Allah yang tahu bahkan diri kita sendiri kadang-kadang masih “tertipu” dengan menyatakan ikhlas padahal sebetulnya tidak

Menulislah dan biarkan dunia mengenal kita…..!!!!

Salam sukses dunia akherat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: