Paling "gak" enak menjadi bujangan

Sudah beberapa hari ini saya jadi “bujangan”, istri sama galih dan kayla semuanya tinggal di ciamis untuk liburan

Hari terakhir yang menyenangkan itu pas tanggal 25-desember sewaktu kami sekeluarga + mertua dan saudara main-main seharian di pantai pangandaran

Setelah itu episode “bujangan” dimulai

Bangun pagi biasanya selalu ada makanan tapi sekarang harus nahan lapar dan harus ke depan dulu untuk beli sarapan

Suatu saat pernah juga saya bangun kesiangan, jam 8 lebih dan artinya nggak sholat subuh plus ditambah perut laper dan ditambah lagi telpon dari customer yang berbunyi terus

Sambil jawab sana-sini, otak-atik komputer akhirnya tidak terasa sudah pukul 11.00 dan perut ini terasa lapaaaaar bangeet….

Jalan satu-satunya adalah pakai delivery order fried chicken dekat rumah

Gileeee mahal banget….., untuk sarapan aja harus bayar ppn + ongkos kirim dan totalnya 45.000 hadeuh…..

Biasanya di rumah selalu terdengar kayla nangis digodain kakaknya tapi sekarang sepiiiiii banget……..

Biasanya setiap hari selalu muter-muter sama kayla lalu naik odong-odong tetapi sekarang motor malah nganggur aja di rumah setiap pagi

Jadi kalau bang Rhoma bilang bahwa paling enak itu jadi bujangan maka itu salah besaaaar…..

Yang paling enak itu kumpul sama keluarga

Salam sukses dunia akherat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: