Merasakan kehadiran Tuhan

Sebetulnya cerita ini tidak perlu di sampaikan karena sudah terlalu banyak cerita seperti ini dengan banyak kemiripan dan saya juga kuatir timbul sifat pamer dari diri saya sendiri

Tetapi setelah dipikir berkali-kali akhirnya saya harus menceritakannya juga dengan harapan bermanfaat buat saya pribadi dan syukur-syukur bermanfaat juga buat orang lain

Seperti yang sudah-sudah, kami sekeluarga sering nge-lapak boneka di alun-alun dan setiap jualan selalu dari pukul 6 pagi sampai malam hari seperti jam buka toko

Untuk menjaga hubungan dengan pedagang lain, saya selalu menggilir beli dagangan mereka biar selalu terjaga hubungan baik

Ngobrol ngalor-ngidul sambil bicara musim dagangan selalu menjadi topik pembicaraan

Tetapi ada yang janggal menurut saya yaitu saya melihat ada beberapa pedagang yang tidak pergi sholat ke masjid yang hanya berjarak beberapa meter padahal mereka semuanya muslim

Setiap terdengar adzan mereka seolah-olah seperti mendengar musik merdu dari radio, masuk telinga kiri keluar telinga kanan

Saya tidak tahu alasannya apa kok tidak sholat tetapi kayaknya mereka nanggung karena tidak ada yang jaga warung

Padahal kalau mereka mau sholat dulu pasti warungnya tidak akan bangkrut karena cuma beberapa menit dan paling lama juga 20 menit

Saya pribadi juga tidak pernah tepat waktu kalau sholat apalagi kalau lagi rame pembeli tetapi selalu saya paksakan untuk selalu tepat waktu

Dan alhamdulillah, biarpun jualan di tutup beberapa menit, selalu ada pengganti (menurut saya) di waktu yang lain dan yang lebih asyik lagi yaitu lebih seringnya doa dikabulkan dalam kondisi “kritis” seperti jumlah uang yang tidak sesuai perkiraan di jam-jam tertentu, hujan, bentrok dengan acara lain di tempat yang sama, tanggal tua, dlsb

Semua hal diatas sangat mempengaruhi penjualan tetapi kesemuanya masih bisa “diabaikan” jika kita lebih mendahulukan kepentingan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa

Menurut akal omzet tidak akan tercapai pada saat itu tetapi semuanya bisa berubah total jika Tuhan sudah berkehendak

Contoh di jualan boneka istri, menurut akal penjualan tidak akan dapat sesuai target apalagi sudah pukul 22.00 WIB waktunya keluarga pulang ke rumah

Tetapi bagaimana kenyataannya…?? Entah darimana datangnya tahu-tahu ada beberapa pelanggan lama dan baru yang datang sekaligus membeli beberapa boneka dan akibatnya sangat crowded…., boneka jadi berantakan, penuh orang dan akhirnya omzet bertambah hehehehe….

Saya sangat meyakini bahwa jika kita mendahulukan kewajiban beribadah dan menolong orang lain terlebih dahulu maka kita juga akan ditolong olehNYA melalui “beberapa kekacauan yang nikmat”

Merasakan kehadiran Tuhan di saat-saat kritis sungguh sangat nikmat dan itu semua bisa di dapatkan jika kita bisa memenuhi kewajiban yang diperintahkanNYA

Saat ini saya dan beberapa teman-teman dari TDA Bekasi mendapat amanah untuk membantu membahagiakan 1000 anak yatim yang akan kami adakan pada tanggal 28-juli di bulan Ramadhan dan saat ini saya sekedar menjadi “pipa” dari acara tersebut

Silahkan bagi kawan-kawan yang akan berbagi kebahagiaan dengan anak yatim bisa memberi bantuan berupa uang per paket (1 paket dengan besaran Rp 150.000)

Dananya silahkan transfer ke rekening panitia melalui
BCA 0650603648 a/n Enjang Muharim
Mandiri 1250000154666 a/n Enjang Muharim

Mohon disertakan 3 digit nomer belakang HP dan harap konfirmasi via SMS ke 087889955007 atau BBM ke pin 231442FB.

Sekedar mengingatkan bahwa mereka tidak butuh kita tetapi kitalah yang membutuhkan mereka…..

Selamat berbagi,

Salam sukses dunia akherat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: