Salah paham

Ada seorang raja yang sangat gusar dengan mimpinya. Dia memimpikan kalau ada beberapa giginya yang lepas dan mengeluarkan darah yang sangat banyak

Ditengah kegalauannya, sang raja lalu memanggil tabib istana yang sudah terkenal, diceritakanlah mimpinya kepada sang tabib

“Hai tabib, semalam aku mimpi beberapa gigiku lepas, terangkan apa artinya ini..?” Perintah sang raja

Setelah diam sejenak lalu sang tabib berkata, “wahai raja, mimpi gigi lepas itu adalah pertanda bahwa akan ada kerabat dekat sang raja yang akan meninggal dunia”, jawab sang tabib dengan suara mantap

Mendengar berita tersebut maka langsung merah membara muka sang raja dan dengan segera memerintahkan kepada pengawal untuk menghukum cambuk sebanyak 100x kepada si tabib

Masih belum puas lalu sang raja memanggil tabib yang lain dan diceritakanlah mimpinya

“Wahai tabib, semalam aku mimpi beberapa gigiku lepas, terangkan padaku apa artinya ini”, titah sang raja

Si tabib diam beberapa saat lalu berkata, “wahai baginda raja, mimpi gigi lepas adalah sebuah pertanda baik bagi baginda yang berati bahwa baginda raja akan berumur lebih panjang dari saudara-saudara yang lainnya”

Senyum lebar tergurat di wajah baginda raja mendengar berita baik tersebut lalu sang raja memanggil pengawal dan memerintahkan untuk memberikan semua yang diminta oleh sang tabib

Sang raja menjadi senang karena dia bisa berumur panjang dan tidak jadi kehilangan saudara-saudaranya

Sering sekali di dalam pergaulan sebuah niat baik akan menjadi sebuah malapetaka yang disebabkan karena cara penyampaian yang salah

Biasanya hal seperti ini muncul di dalam dunia tulis menulis

Sebuah update status di twitter, FB atau social media bisa diartikan menjadi “kemarahan” karena si penulis hanya menuliskan beritanya dengan singkat apalagi setelah itu tidak diikuti dengan tulisan berikutnya

Hendaknya kita yang selalu berhubungan dengan dunia online harus bisa menjaga emosi, lakukan cek ulang sebelum meng-update, posisikan diri kita sebagai pembaca yang akan menerima berita tersebut

Hati boleh panas tetapi kepala tetap dingin

Salam sukses dunia akherat,

http://prakom.com
http://twitter.com/rawiPrakom
http://facebook.com/rawi.wahyudiono

1 Comment (+add yours?)

  1. furqon
    Sep 29, 2011 @ 01:00:56

    Kisah ini justru mengingatkan saya akan salah satu sifat dasar kita, “mau enaknya aja”. Beberapa kisah seperti ini selalu mengingatkan saya bahwa sering kita bertindak sebagai sang “raja”. Hanya karena kita memiliki kekuasaan/kewenangan, kita selalu ingin yang terbaik, bahkan kalaupun hal itu tidak sesuai dengan kenyataan.

    Saya selalu ingat, kisah tentang pemimpin yang selalu diberikan berita baik oleh para pembantunya tentang keadaan rakyatnya. Sampai akhirnya sang pemimpin melihat sendiri bahwa kenyataannya tidak seperti berita yang selama ini diterimanya.

    Kisah Raja di atas, mungkin gambaran dari pemimpin yang hanya mau “terima jadi” yang hanya mau mendengar kabar “good news”. Orang-orang seperti itu akan selalu dikelilingi oleh pembantunya yang berprinsip “asal bapak senang”.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: