Begini caraku jalan-jalan murah, senang dan berbahagia

meriam di halaman keraton solo

Perjalanan terakhir  saya lakukan sewaktu keliling kota Solo-Jogja dan sekitarnya di bulan desember. Perjalanan ini masih berhubungan dengan pekerjaan kantor, PRAKOM.

Dalam perjalanan kesana saya membawa 1 karung besar sandal merk MUKU produk Imucu. Saya mampir sebentar ke rumah mertua di ciamis untuk mengantar sandal pesanan yang alhamdulillah sebagian besar di bayar kontan dan sisanya saya bawa ke solo untuk di jual di stadion Manahan pada minggu pagi.

Sewaktu ke kota Palu dan Toli-toli di Sulawesi Tengah dalam rangka urusan kantor juga, saya sempatkan mampir ke beberapa kantor yang ada di Palu dan Toli-Toli hanya sekedar ngobrol dan cari-cari peluang yang mungkin masih bisa dikerjakan.

Dari hanya sekedar ngobrol ternyata dari mereka langsung pesan beberapa pita printer setelah melihat price list yang saya bawa.

 

pasar tradisional Toli-toli

Di Bali saya menginap di rumah teman yang cukup besar di kota Denpasar setelah pada siang dan malam harinya saya diajak keliling ke beberapa tempat disana.

Di Balikpapan dan Samarinda saya tidur di kantor klien karena harus menunggu pekerjaan install server yang tidak bisa di tinggal.

Sambil menunggu instalasi server selesai, saya ambil pekerjaan memperbaiki printer yang rusak yang ongkos pekerjaannya sama dengan tiket pulang pesawat ke Jakarta

Setelah pekerjaan selesai saya sempatkan putar-putar keliling kota untuk melihat suasana kota sambil tidak lupa mampir ke pasar kebon sayur di balikpapan untuk beli oleh-oleh.

 

menginap di hotel jika bersama keluarga dan sebagai alternatif terakhir jika jalan sendiri

Tidur di kamar kost yang berisikan beberapa orang saya lakukan juga di kota Bitung Sulawesi Utara hanya demi untuk mencari teman ngobrol setelah selesai pekerjaan di kantor klien.

Esok harinya saya lanjutkan perjalanan ke kota Menado dan tidur di hotel seorang kawan yang mempunyai view yang sangat bagus, menghadap ke laut lepas, woooow sungguh indah pemandangan laut menado

Di kota Batu Malang saya tidur sendiri di sebuah hotel eksotis tempat agrowisata apel. Tempat dan lokasinya sangat bagus hanya saja buat saya terasa gersang karena jauh dari mana-mana dan kalau diatas jam 10 sudah jadi “daerah mati”, NGGAK KERASAN BLAS….

Di kota Ambon saya tidur di penginapan yang sudah jadi langganan klien dengan harga diskon dan sebelum saya berangkat ke sana saya membawa juga barang pesanan klien yang tidak berhubungan dengan pekerjaan komputer yaitu beberapa rumah lampu otomatis dan tentu saja dari hasil bawa barang ini saya bisa dapat kelebihan uang yang cukup buat biaya makan

 

senja hari waktunya istirahat sebentar untuk sholat maghrib

Sewaktu kuliah saya pernah jalan darat dari Surabaya ke Jambi yang lalu di lanjut ke Padang dan Medan. Perjalanan ini untuk mendaki gunung Kerinci di Jambi.

Perjalanan yang sama juga saya lakukan dari Surabaya ke Lombok untuk mendaki gunung Rinjani yang dilanjut dengan menginap beberapa hari di rumah kawan di Denpasar.

Perjalanan sewaktu kuliah ini saya lakukan setelah saya dan kawan-kawan berjualan barang-barang cetakan seperti kartu nama, kop surat, design, stiker, sablon kaos, jaga pameran, dll.

Tidur di dalam mobil di parkiran POM bensin sering saya lakukan jika saya harus mengejar waktu dalam perjalanan keluar kota.

Dan masih banyak lagi tempat-tempat di pelosok nusantara ini yang pernah saya kunjungi.

Dari beberapa perjalanan tersebut ternyata ada satu benang merah yang bisa saya gunakan terus caranya agar jalan-jalan saya bisa murah dan menyenangkan yaitu MEMBAWA PRODUK LAINNYA dan BERSIKAP MASA BODOH…..

Saya rela bawa 1 karung sandal sebagai pengganti ongkos perjalanan ke solo

Memperbaiki printer di Balikpapan  demi tiket pulang ke Jakarta

Saya rela tidur di kantor klien atau di kamar kost bercampur dengan yang lain hanya untuk mencari teman ngobrol sampai larut malam sebab kalau saya tidur di hotel pasti teman saya cuma TV yang channelnya cuma itu-itu aja.

Saya pasti melakukan cara-cara diatas lagi karena memang halal, tidak merugikan orang lain dan menyenangkan.

Gengsi dan malu tidak ada di kamus perjalanan, yang penting HEPPI……

Salam sukses dunia akherat,

1 Comment (+add yours?)

  1. Alfisyar
    May 28, 2012 @ 01:26:22

    om terlalu mendramatisir kejelekan daerah Tolitoli., penulisan kata Tolitoli saja keliru (Toli-toli), om salah liat view dari sisi kota Tolitoli padahal masih sangat banyak sisi kota Tolitoli yang jauh sangat indah jika dibandingkan dengan daerah-daerah lainnya., pusat kota difoto itu daerah pasar om., heheh.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: