Khotbah tanpa mengerti apa maksudnya

Sebelum sholat ied esok hari, seperti biasa dikumandangkan takbir sepanjang malam sampai menjelang pagi.

Semua pemuda dan bapak-bapak berkumpul di musholla sederhana selepas isya dan menyantap hidangan tengah malam pada pukul 24.00 sekedar untuk menghilangkan lapar dan kantuk.

Esok paginya semua warga kampung berjalan menuju masjid terdekat sambil mengumandangkan takbir.

Sebelum sholat dimulai sekitar pukul 6.15, selalu saja dimulai dengan “sambutan” dari tokoh masyarakat dan sambutan dari bupati ciamis yang dibacakan oleh pak lurah.

Seremonial ini memakan waktu 30 menit sebelum acara puncak yang ditunggu-tunggu, sholat ied.

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, saya selalu tidak paham apa yang mereka semua katakan.

Saya menangkap “bahasa planet” yang masuk ke telinga dengan “khusyuk” dan sekuat tenaga men-translate kedalam otak walaupun akhirnya tetep aja blank, NGGAK NGERTIIIII.

Ya…., sundanese language, bahasa sunda yang selalu membikin saya sepi dalam ramai, binguuuung, lier euy….

Rawi wahyudiono

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: