Akhirnya saya ber-poligami juga…!!!

bayangkan saja jika yang di kanan kiri kita itu adalah bisnis kita yang semuanya cantik-cantik dan semlohe

Tanpa disadari akhirnya saya berpoligami. Sebetulnya kegiatan ini sudah saya jalankan dulu sewaktu posisi saya masih karyawan, saya dulu berpoligami di banyak tempat tetapi jangan berpikiran macam-macam dulu, poligami yang saya maksud disini adalah poligami bisnis bukan poligami di pernikahan.

Sewaktu masih karyawan, saya bisa meng-investkan sebagian gaji/komisi ke beberapa instrument investasi seperti reksadana, deposito, ikut beli saham di perusahaan tanpa aktif dan tidak perduli kemajuan usaha yang penting setiap bulan terima setoran, membikin usaha sendiri yang akhirnya berjalan di tempat karena kurang fokus.

Tetapi setelah saya meng-ikrarkan janji setia perkawinan dengan melepas jabatan karyawan menjadi seorang entrepreneur, maka saat itu juga saya sudah sah memiliki usaha komputer bernama Pradana Komputer (PRAKOM) yang spesialis di alat perbankan dan printer.

Inilah istri pertama saya yang sah yang harus saya perhatikan bener-bener, saya harus fokus membesarkan dan merawat istri yang sah ini.

Jika dulu sewaktu masih karyawan saya bisa poligami di banyak tempat dan bisa menghasilkan cashflow juga tetapi tetap hasilnya tidak akan semaksimal jika kita merawat sendiri, anggap saja kita sudah melakukan sebuah pernikahan suci.

Sama dengan perkawinan, membangun bisnis juga selalu ada pergesekan dan perubahan yang tidak mungkin saya harus cerai gara-gara perubahan tersebut tidak bisa memenuhi harapan. Saya harus berusaha mempertahankan perkawinan atau bisnis ini dengan segala macam cara.

Syukur alhamdulilah, sampai saat ini bisnis komputer masih berjalan dengan sehat walaupun selalu saja ada perubahan-perubahan yang memang saya sengaja melakukannya biar ada perbaikan.

hasil poligami bisa seperti ini, bayangkan jika yang kita gantung itu duit semua

Dalam perjalanan bisnis selalu saja ada penawaran-penawaran menarik yang entah kenapa saya sendiri merasa belum cocok untuk menjalankannya. Saya berprinsip bahwa kalau harus membuka usaha baru, saya tidak harus terlibat langsung di dalamnya, saya harus mempunyai tim yang bisa bekerja walaupun di awal-awal masih butuh sentuhan saya tetapi inipun juga tidak boleh berlarut-larut sebab saya saya juga senang ber-TTM (bukan Teman Tapi Mesra tetapi Time Team and Money)

Saat ini saya sudah berpoligami dengan beberapa bidang usaha seperti

  1. Property – investasi bersama PP dan Property Club Bekasi
  2. Toko sembako – Cimart Cikarang
  3. Kuliner – Warung Bakso Mandiri, Bakso Frozen, Cireng Bandung Isi
  4. Fashion – Ning Boutique di Surabaya

Sampai saat ini semua masih berjalan on the track dan kalaupun terjadi gesekan-gesekan itu disebabkan karena memang ada kemajuan. Seperti sebuah becak, jika memang setiap hari berjalan maka selalu ada saja yang harus di setel jika ingin mendapatkan performance ideal.

Sekarang pertanyaannya, apakah kita harus berpoligami atau tidak..?? Coba tanyakan kepada rumput yang bergoyang

Salam sukses dunia akherat,

9 Comments (+add yours?)

  1. eshape
    Feb 21, 2010 @ 12:57:24

    Sudah jamak sekarang berpoli…..
    jadi maju terus pantang mundur

    Sakses Dunia Akherat
    Amin

    Reply

  2. rawi wahyudiono
    Feb 21, 2010 @ 15:25:02

    hidup poli…..

    Reply

  3. syamsu Mie Perto
    Feb 22, 2010 @ 02:51:07

    salam sukses pak Rawi,semoga maju teruuussss

    Reply

  4. anisa
    Feb 22, 2010 @ 08:53:52

    Saya pernah ikut ‘one day entrepreneurship training’, salah satu nara sumber yg mengisi acara tsb mengatakan bahwa sebaiknya dalam berbisnis kita harus ‘Fokus’ pada satu jenis usaha dan jangan mudah ‘tergoda’ utk mencoba jenis usaha yg lain, tujuannya agar kita bisa all out pada usaha itu sampai puncak kesuksesan. Namun sepertinya teori ini terpatahkan setelah membaca tulisan pa rawi.
    Tulisan yang kreatif.. Salam kenal pak.. ^-^

    Reply

    • rawiwahyudiono
      Feb 22, 2010 @ 09:35:57

      salam kenal mbak anisa, mungkin perlu diluruskan dulu ya mbak.
      Saya setuju dengan prinsip fokus dulu pada yang satu sampai kita menjadi master di bidangnya dan saya melakukannya juga. Saya bisnis komputer total sudah 7 tahun lebih dan saya pikir sudah saatnya saya melirik yang lain.
      Kriteria sukses menurut orang beda2 dan yang bisa mendefinisikan kita sukses atau tidak hanya diri kita sendiri.
      Yang lebih penting lagi adalah mulai berbisnis dan terus melangkah, ITU YANG TERPENTING….

      Reply

  5. anisa
    Feb 23, 2010 @ 04:11:20

    siip lach pa..
    Klo boleh sharing, ayah saya baru sekitar 1 tahun buka usaha (jualan NASI GULE SAPI) di sekitar pasar bantar gebang. Didaerah itu yang saya tau hanya ayah saya yg jualan itu (PEDE mode on he..he..)
    Saya ingat pada mulanya dalam sehari 2 liter nasi berhasil dijual, sampe skrng alhamdullillah bisa 5 liter nasi terjual.
    Nah.. dalam waktu dekat rencananya ayah saya juga mau menambahkan menu NASI SOP SAPI, kembali kepada kata ‘FOKUS’ td apakah rencana ayah sebuah inkonsistensi?

    Reply

    • rawi wahyudiono
      Feb 24, 2010 @ 15:44:33

      salam kenal mbak anisa,
      sebetulnya apa yang dilakukan ayah mbak itu karena kejelian seorang penjual menangkap kebutuhan pasar jadi menurut saya itu juga masih fokus.

      Kalau saya pribadi, saya lebih baik fokus kepada PENDAPATAN bukan YANG LAIN.

      Reply

  6. ambonkaart
    Feb 25, 2010 @ 07:40:15

    bang!

    “semlohe” itu apa ya? *beneran bingung*

    wakakakak

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: