Traffic dan produk kunci sukses nge-lapak

pasar lapak

Kalau di property salah satu kunci yang paling penting adalah lokasi, lokasi dan lokasi. Rumus ini berlaku juga waktu kita nge-lapak, salah pilih tempat maka omzet bisa langsung nge-drop jauh.

Pengalaman menarik yang saya alami sewaktu jualan minggu kemarin. Jualan bakso udang roti saya sudah dapat tempat mangkal tetap dan saya berasumsi bahwa untuk menggiring pembeli maka saya cukup memasang banner dan spanduk aja lalu berharap mereka (pembeli) akan datang dengan sendirinya.

Cara ini mungkin berhasil dalam kasus jualan yang berbeda contohnya dalam usaha saya di bidang servis printer yang salah satu spesialisasinya menangani perbankan. Saya tidak perlu tempat yang strategis banget, cukup saya woro-woro ke beberapa klien prospektif maka mereka akan cari saya terus.

Sewaktu cara ini saya praktekkan di lapak maka hasilnya NOOOOLLL BESAR. Tidak ada satupun pengunjung yang melirik karena saking ramenya situasi di depan stand jualan saya padahal saya sudah memasang banner dan spanduk di lokasi depan.

Akhirnya meja jualan saya majukan turun ke depan dengan harapan ada pembeli yang melihat tetapi hasilnya tetap aja kurang memuaskan biarpun sedikit mencuri perhatian pembeli tetapi masih belum menghasilkan transaksi.

Sewaktu saya mau pindah lagi sudah tidak mungkin karena di depan sudah ada pedagang lainnya yang tidak mungkin di usir kecuali kalau mau cari ribut.

Penjualan akhirnya bisa terjadi setelah suasana agak sepi, mengapa…. karena meja saya bisa dilihat orang dengan leluasa meskipun tidak terlalu banyak menghasikan penjualan karena memang sudah siang dan sudah mulai berkurang pembelinya.

Minggu-minggu yang lalu saya berjualan tanpa spanduk dan banner, dan hasilnya bisa menghasilkan penjualan yang lumayan untuk beberapa jam, kisah jualannya bisa dibaca disini.

Jadi yang terpenting adalah jalur pergerakan orang, lokasi kita harus sedekat mungkin dengan jalur lewatan orang dan lokasinya tidak terlalu crowded sebab kalau terlalu over malah tidak akan menghasilkan penjualan.

Tetapi dari hal diatas sebetulnya ada hal yang lebih penting lagi yaitu mengenai jenis produk yang dijual, jangan sampai kita salah jual produk seperti jualan nasi goreng di pagi hari meskipun bisa menghasilkan penjualan tetapi tetap kurang maksimal.

Produk bakso udang roti yang saya jual di pagi hari itupun jarang ada orang yang makan di tempat, rata-rata mereka membawa pulang produk bakso-nya karena produk yang saya jual itu adalah bakso yang siap makan, cukup dituang air panas/air dispenser lalu ditambah bumbu yang memang sudah disediakan maka bakso siap dimakan.

Sekali lagi, traffic dan jenis produk jangan sampai salah…. kalaupun salah juga gak apa-apa, anggap aja kita kuliah 4 SKS.

Salam sukses dunia akherat,

6 Comments (+add yours?)

  1. danang
    Feb 26, 2010 @ 15:12:28

    mas saya tertarik dengan bakso instant nya .. saya cari cari email / kontak sampeyan kok ga dapat dapat. Kalau bisa tolong informasikan ke danang_ismu@yahoo.com.. terima kasih sebelumnya.

    Reply

  2. Ipung
    Mar 11, 2010 @ 11:42:52

    salam,

    Ngelapak memang paling asiikkkk, saya pernah di pasar festival jababeka dan STEKPI di Kalibata.

    Reply

  3. warnet usaha
    May 02, 2010 @ 02:58:30

    mesti dicoba nih bikin lapak, ide bagus ..makasih

    Reply

  4. Trackback: Duluan mana ayam atau telor..??
  5. Trackback: UKM Goes Online lewat si mbah Google
  6. Sasi
    Aug 20, 2011 @ 05:11:35

    Boleh jga nglapak ide bgus…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: