Saya “terjebak” diantara otak kiri dan otak kanan

Saya mungkin termasuk orang yang paling beruntung di dunia kali ya… Saya berada di 2 dunia yang berbeda, berada diantara 2 pola pikir yang berbeda, diantara 2 cara pengambil keputusan yang berbeda, diantara beberapa orang yang dominan menggunakan otak kiri dan otak kanan.

Kenapa saya bilang begitu..?? Saya mempunyai banyak kawan dalam 2 komunitas yang berbeda yaitu komunitas bisnis Tangan Di Atas dan komunitas Blogger Bekasi. Di 2 tempat ini saya sama-sama menjadi pengurus malahan kalau di komunitas Blogger Bekasi saya termasuk salah satu pendiri.

Yang saya sebut perbedaannya itu adalah :

1. Tangan Di Atas “TDA”, Di komunitas Tangan Di Atas wilayah Bekasi atau saya sebut TDA saya termasuk pengurus untuk divisi HR & Networking. TDA ini adalah komunitas bisnis yang kerjaannya tiap hari adalah action bisnis. Kalau mereka sudah masuk ke komunitas ini, ditanggung akan “kejebak” dan bakalan tidak bisa keluar dari “jebakan”. Di TDA ini semua membernya saling memberikan support terutama di bidang bisnis. Bisnis yang dijalankan juga beragam, mulai dari kelas kaki lima sampai kelas ratusan juta rupiah. Di TDA ini kebanyakan mereka “tidak pakai otak” untuk menjalankan usaha. Setelah melihat ada peluang biasanya mereka akan melanjutkan dengan action. Biarpun tidak semua member melakukan hal yang sama tetapi dengan seringnya dikompori melalui media milist dan pertemuan rutin mastermind, maka member tersebut tidak lama lagi pasti akan buka/nambah usaha. Sudah banyak contohnya di komunitas ini. Kecenderungan di TDA ini yang sering dipakai adalah otak kanan.

2. Blogger Bekasi, Di komunitas ini saya termasuk salah satu pendiri bersama dengan om Jay, mas yul, mas arys, mas irfan. Dalam perkembangannya, diajaklah beberapa kawan blogger senior untuk bergabung seperti pak eko SHP, Daeng amril dan beberapa kawan-kawan dari KOMPASIANA “salah satu bagian dari grup KOMPAS”. Keunikannya ada disini, di komunitas ini yang dari TDA cuma saya, mas irfan dan pak eko SHP, sedangkan yang lainnya murni pegawai yang berpola pikir murni otak kiri. Kecenderungan mereka yang pakai otak kiri adalah jika membahas suatu masalah itu bisa panjang lebar dan detil banget. Ini kejadian pada pembahasan soal beberapa materi untuk blog blogger bekasi.

Tetapi dengan beradanya saya di 2 komunitas tersebut, saya sangat bersyukur sekali, sebab jika saya cenderung sering menggunakan otak kanan yang lebih banyak ke action seperti TDA maka hasilnya pasti akan kurang pas karena kurang perhitungan dan sebaliknya kalau saya hanya menggunakan otak kiri maka pasti saya akan lama untuk melakukan action. Bukannya otak kiri tidak ada action tetapi dengan seringnya menggunakan otak kiri maka akan lebih detil menghitungnya yang bisa berakibat takut untuk melakukan action terutama action untuk buka usaha.

Terima kasih ya Tuhan karena saya sudah dipertemukan dengan 2 komunitas yang hebat ini. Komunitas-komunitas ini akan mewarnai hidupku untuk menggapai semua mimpi.

Salam sukses dunia akherat,

Advertisements

14 thoughts on “Saya “terjebak” diantara otak kiri dan otak kanan

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: